Jumat, 04 November 2016

Akuntansi Keuangan Lanjutan ; Likuidasi Perusahaan



Likuidasi Perusahaan
1.       Perusahaan mengalami gagal bayar utang pada saat jatuh tempo
2.       Nilai Aset lebih kecil dari pada hutang
Peringkat Kreditur  :
1.       Full secured (Kreditur dijamin penuh)
2.       Partial secured (Kreditur dijamin)
3.       Priority (Kreditu Prioritas)
4.       Unsecured (Kreditur Tidak Dijamin)
Langkah –langkah
1.       Statement of Affairs (Laporan Peristiwa)
Laporan yang membandingkan Nilai buku dengan estimasi nilai realisasi untuk diberikan pada kreditur yang dijamin dan tidak dijamin.
Nilai Buku
Aktiva
Estimasi nilai realiasasi untuk kreditur dijamin
Estimasi Nilai realisasi tersedia untuk kreditur tidak dijamin dan prioritas


Anggunan untuk Kreditur dijamin penuh
Tanah
   Hutang Hipotik
   Hutang Bunga







Anggunan untuk Kreditur dijamin
Piutang
    Wesel Bayar- Bank
     Hutang Bunga




Anggunan untuk kreditur Prioritas dan Tidak dijamin
Kas
Persediaan
Peralatan




Dikurangi  : Kreditur Prioritas



Estimasi Difensiasi



total






Nilai Buku
Kewajiban
Kreditur Dijamin dan Proritas
Kreditur Tidak Dijamin

Priority Secured
Wages Payable
Tax, property



Full secured
Mortgage Payable



Partial Secured
Note payable - bank



Unsecured



Account Payable



Total



2.       Trustee account
Pihak lain yang menangani likuidasi perusahaan  dalam proses likuidasi “ Akun tambahan Ekuitas Estate” adalah akun penyeimbang terjadi nya laba/ rugi karena penjualan asset, atau muncul beban baru karena proses likuidasi.

Cash
Inventory
Equipmet
Accumulated Depreciation
           Account Payable
             Note – Payable
            “ Estate Equity”

3.       Statement of Receipts and Reimbursment (Laporan penerimaan dan pengeluaran kas )
Laporan yang menunjukkan penerimaan kas dan pengeluaran kas dari transaksi yang telah dilakukan oleh trustee.
1.       Penjualan Aset
2.       Pembayaran kepada kreditur
3.       Pembayaran beban
4.       Penagihan Piutang
5.       Penjualan inventory
6.       Pembayaran bunga


4.       Statement of realization of Liquidation Corporate
Berisi saldo awal , realisasi, tambahan , dan account yang belum direalisasi
Asset non cash (Beginning balance )
-
-
-
Asset diakuisisi (baru)
-
-
Asset Direalisasi
-
-
-
Asset belum direalisasi
-
-
Liabilitas (Beginning balance)
-
-
Liabilitas diakuisisi (Baru)
Liabilitas asset yang direlisasi
-
-
Liabilitas yang belum terbayar
-
-
Pendapataan dan beban baru diakui
Expense :
Estate Payable

Income :




Reorganisasi
Memperbaharui Perusahaan kembali
A.      Syarat :
1.       Reorganitation value < Total debt
2.       Pemilik lama 50%> Pemilik baru
B.      Rencana Organisasi:
-          Semua hutang dimasukkan kedalam satu akun “ Liabilitas to Compromise”
-          Membayar hutang dengan mengeluarkan saham, membayar dengan hutang subordinasi selisih hutang yang dihapuskan merupakan “laba dari penghapusan”


Cost-Volume-Profit (CVP)



Cost-Volume-Profit (CVP)
1.       CVP Basic dengan Common FC
2.       CVP Multiproduk dengan Common FC
3.       Grafik CVP
4.       Resiko
Tujuan : BEP, Target Laba , Multiproduk dengan Common FC, Resiko dan Ketidakpastian
1.       Break Event Point (BEP)
Titik dimana perusahaan mengalami Tidak Laba dan Tidak Rugi
Mengapa Break event point penting ?
Untuk mengetahui batasan laba dan rugi

2.       Target Laba :
TC = TFC + VC.Q
TR = P X Q
Laba = TR –TC


Q= TFC + Laba / P-VC

3.       Multi Produk dengan Common FC :
1.       Identifikasi / Tetapkan :
Sales Mix dan Proporsi berdasarkan sales mix
Perbandingan = 1
2.       Weighted Average – Contribution Margin( WA-CM ) :
    WA-CM = Jumlah(CM per unit X Proporsi produk t)
3.       Hitung Q :  
       Q = TFC + Common FC+ Laba / WA-CM

4.                   Penilaian Resiko
1.       Margin of safety : selisih BEP dengan penjualan
2.       DOL :
-          Seberapa besar pengaruh Fixed cost
-          Seberapa sensitive laba dengan perubahan penjualan
-          Semakin tinggi retained (High retained) maka semakin tinggi resiko (High risk)

Activity Based Management (ABM)



Activity Based Management (ABM)
ABM = ABC (Activity Based Costing)        +                            PVA (Process Value Analysis)

Cost Dimension                                                                                                Process Dimension

“Doing Think The Right”                                                                                “Doing The Right Think”

Tahapan yang benar & Efisien                                                                                         Value


                                                                                                 Value Added vs Non Value Added

PVA : Sangat Fundamental aktivitas yang perdilakukan oleh perusahaan Tidak
1.       Driver
2.       Activity
3.       Activity Management
-          Berdasarkan Star sampai selesai
-          Berapa orang
-          Nilai Organisasi
PVA aktivitas yang menentukan perusahaan tetap bertahan
ABM = ABC +PVA

                       Value

Value Added vs Non Value Added

1.       Nilai tambah murni : Dirasakan langsung oleh konsumen
2.       Value Added : Aktivitas yang harus dipenuhi , diatur oleh UU
3.       Tidak Dirasakan dan tidak diatur UU
1.       Apakah ada Perubahan ?
2.       Apakah Perusahaan ini sudah dilakuakan / Belum ?
3.       Apakah Perusahaan ini Harus Dilakukan / Tidak ?
Jika salah satu terpenuhi masuk Valu Added
-          Jika Tidak Ketiganya bukan nilai Tambah (Non Value Added)
A.      Aktivitas yang tidak memberi nilai tambah :
1.       Penjadwalan (Schedule)
2.       Moving (Perpindahan)
3.       Waiting (Menunggu)
4.       Inspection (Pemeriksaan )
5.       Storing (Penyimpanan)
B.      Langkah –langkah Aktivitas tidak memberi Non value added :
1.       Eliminasi Aktivitas (elimination Activity)
2.       Pemilihan Aktivitas (Selection Activity)
3.       Pengurangan Aktivitas (Reduction Activity)
4.       Penyatuan Aktivitas (Share Activity)

Activity Based Costing



Activity based costing (ABC)
-Biaya Perunit : Total Cost/ Unit yang diproduksi
- Total Cost : Fixed cost + Variabel cost
- Actual Cost : Direct Material and Direct Labor
- Estimated Cost : Overhead
- Tarif Overhead = Overhead yang Dianggarkan / Perkiraan estimasi aktivitas
Metode Penghitungan Overhead Pabrik :
1.       Plantwide ride : biaya overhead secara keseluruhan
2.       Departemental  : biaya overhead dibebankan per departemennya
3.       Activity Based : Berdasarkan Aktivitas
Perilaku Biaya
Fixed Cost, Variabel Cost, Mix Cost
1. Fixed Cost : Biaya Tetap meskipun aktivitasnya berubah
2. Variabel Cost : Biaya berubah meskipun Aktivitas Meningkat
3. Product Cost : seluruh biaya pada produk sebelum hingga jadi , merupakan aset dineraca
4. Period Cost : Biaya yang dibebankan setiap periode dalam laporan laba rugi contoh : biaya administrasi , biaya gaji, biaya promosi/iklan
5. Metode untuk memisahkan Mix cost :
- High Low
rumus : Y = a + bx

b = (High Cost - Low Cost) / (High Quantity - Low Quantity)

- Scatter Plot 
- Least Square

Akuntansi manajemen : Current Focus, Basic concept, Traceability, And Tracing

1.Current Focus
- Corporate Social Responsibility (CSR)
- Enviroment (Linkungan)
- Complex and the state of the art production : Produksi Terkini , Sistem informasi Clean Production.
- Activity Based Management (ABM) : Orentasi pada konsumen - Value pengorbanan yang dikeluarkan konsumen
2. Basic Concept
-Stategi biaya Terendah : Cost Leadership
- Differensiasi : Marketing Mix 4p : Price, Product, Promotion, and Place 
3. Traceability / Penelusuran Biaya : Seberapa mudah biaya dilekatkan ke objeknya
- Biaya langsung : Bahan baku dan Tenaga kerja langsung
- Biaya Tidak Langsung : Overhead Pabrik
4. Direct Material, Direct Labor, and Overhead
5. Tacing/ Pembebanan biaya : Bagaimana cara melekatkannya?
- Direct Tracing : Bahan baku langsung dan Tenaga kerja langsung menggunakan Ukuran fisik dan observasi/pengamatan untuk direct labor
- Driver Tracing : Menggunakan angka tertentu yang berhubungan dengan pemakaian konsumsi.
-Allocation : Menggunakan angka tertentu dan berhubungan dengan sebab akibat.

Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

Dasar-dasa Akuntansi Manajemen

A. Sistem akuntansi Manajemen
1. Memberikan informasi mengenai biaya
2. Memberikan informasi tentang perencanaan , Pengendalian dan pengambilan keputusan.
 Input (Bukti Transaksi)- Proses(Diukur Analisa) - Output (Informasi tentang anggaran biaya produk, kualitas dan penilaian kinerja)
 B. Proses Manajemen
1. Perencanaan : menetapkan Tujuan dan Strategi bagaimana cara untuk mencapai tujuan
2. Pengendalian : Rencana vs Realisasi beserta saran - saran perbaikan
3. Pengambilan Keputusan : Identifikasi masalah
C. Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen
* Akuntansi Keuangan :
1. Informasi Digunakan Pihak Eksternal
2. Dibatasi oleh adanya aturan (PSAK)
3. Bersifat Financial , Objective
4. Bersifat Historial (Kadaluarsa)
5. informasi keseluruhan sepesifik
6. Berdiri sendiri
*Akuntansi Manajemen :
1. Informasi Digunakan Pihak Internal
2. Tidak adanya aturan
3. Bersifat Financial, Non Financial, and Subjective
4. Bersifat Estimasi masa depan
5. Informasi Lebih Spesifik dan Detail
6. Multi Displin Ilmu ( Manajemen, Psikologi , dll)
D. Perkembangan Akuntansi Manajemen :
- Tahun 1880-1925 : Akuntansi Biaya
- Tahun 1925 : Persediaan
- Tahun 1950-1960: Accounting Based Activity (ABC)
- Tahun 1980-1990 : Accounting Based Management (ABM)